Home / Kuliner / Antara Makanan dan Budaya

Antara Makanan dan Budaya

Tak bisa dipungkiri makanan khas suatu daerah berhubungan erat dengan budaya di daerah tersebut, adat istiadat juga mempengaruhi makanan khas daerah tersebut. Sebut saja lawar dan sate lilit khas bali, atau kerak telor dan soto betawi dari jakarta, ataupun syomay dari bandung. Untuk negara misalnya itali yang terkenal akan pizza, dan thailand dengan tom yang. Ada beberapa alasan yang dikutip dari liputan6.com mengapa makanan dan budaya itu sangat erat hubungannya, seperti dibawah ini mate:

1. Teknik pengawetan makanan yang unik dengan iklim dan gaya hidup

Setiap wilayah memiliki teknik pengawetan makanan yang berbeda-beda. Hal tersebut ternyata berkaitan dengan perkembangan sejarah budayanya, Sebagai contoh, Khlea dari Maroko merupakan daging sapi yang diawetkan dengan rempah-rempah dan diolesi lemak. Teknik tersebut menunjukkan bagaimana budaya Maroko tak bisa lepas dari peran rempah-rempah.

2. Setiap komponen bahan masakan merupakan rahasia dari budaya.

Untuk mengetahui bagaimana budaya berkembang, komponen bahan masakan dapat memberi informasi tentang perkembangan budaya suatu wilayah, Komponen dasar yang mendominasi dalam sebuah masakan dapat diartikan bahwa wilayah tersebut kaya akan komoditi tersebut.

3. Makanan adalah kebutuhan universal

Tidak peduli kita  dari belahan dunia bagian mana mate, makanan pasti jadi kebutuhan utama setiap manusia. Setiap makanan berevolusi seiring perkembangan kebutuhan manusia sendiri di suatu wilayah. Melalui makanan, kita  bisa mengidentifikasi budaya di wilayah tersebut dari komposisi bahan dasar untuk membuatnya.

 

About Balisoulmate