Home / News / Apa Itu Framing? Dan Tips Komposisi Framing!

Apa Itu Framing? Dan Tips Komposisi Framing!

Balisoulmate.com – Mengabadikan sebuah moment sangatlah penting, namun untuk kalian yang tergolong baru memulai untuk mendalami yang namanya dunia fotography, tak serta merta hanya menekan tombol Shutther semata, kendati kalian menggunakan  mode Auto sekalipun. Ada hal yang harus kalian ingat dalam menjalankan teknik memotret salahsatu hal yang cukup jarang diperhatikan oleh seorang photographer pemula adalah teknik Framing. Ya teknik ini mungkin bagi yang sudah professional sudah tidak asing lagi, namun cukup jarang diperhatikan bagi mereka yang baru memulai photography.

Lalu apa itu teknik Framing? Di ambil dari berbagai sumber, teknik framing yang secara sederhana merupakan membingkai sebuah peristiwa, atau dengan kata lain framing digunakan untuk mengetahui bagaimana perspektif atau cara pandang yang digunakan wartawan atau media massa ketika menyeleksi isu dan menulis berita.

Nah, Salah satu tips komposisi dasar pada fotografi adalah framing, yakni dengan menempatkan subyek utama foto atau Point of Intereset (POI) dalam posisi yang sedemikian rupa sehingga dikelilingi elemen lain dalam foto. Framing bisa dicapai salah satunya dengan menempatkan elemen foto yang jaraknya dekat dengan kamera sebagai latar depan (foreground) yang mengelilingi point of interest.

5164327328_30a1dd2c69

Dengan komposisi framing, kita bisa menambah kesan dimensi dalam foto karena ada lapisan yang dibentuk antara frame dengan POI sehingga secara visual lebih menarik. Selain itu, dengan membuat elemen lain mengisolasi subyek utama, kita bisa menuntun mata dan perhatian orang yang melihat foto kearah subyek utama tadi.

4744555069_19ab74425e

Tujuan lain dari framing adalah untuk memberi konteks pada foto, karena frame disini seolah-seolah berfungsi membatasi dan memberi pengantar bagi pemahaman kita pada lingkungan sekitar foto.

Frame yang bisa kita manfaatkan untuk menyusun komposisi ini bisa jadi apa saja. Dari ranting pohon, jendela, rangka besi, cermin sampai struktur bangunan. Dan framing tidak harus mengisolasi keempat sisi subyek utama.

Saat melakukan framing dalam foto, pikirkan dengan matang kesesuaian dan irama antara foreground (latar depan) dan background. Bicara mengenai framing dan irama, isolasi serta konteks, foto legendaris Ansel Adams dibawah ini mungkin adalah salah satu contoh framing yang sempurna:

framing

Bagaimana? cukup mudahkan? selamat mencoba.

 

Penulis : Gede Gandhi | Article Sumber : Dari Berbagai Sumber | Foto : belfot.com,

 

About Balisoulmate