Home / Music / EDST : Penganut Sederhana dari sebuah gagasan sederhana

EDST : Penganut Sederhana dari sebuah gagasan sederhana

Balisoulmate.com – Mungkin jika kalian melihat foto atau mendengar nama dari personelnya sudah tidak asing lagi tentunya dengan mereka. Group band asal Singaraja ini memang sudah malang melintang di belantika indie music, mereka kini meyebutnya dengan nama Empat Detik Sebelum Tidur [EDST].

EDST? Ya Empat Detik Sebelum Tidur merupakan sebuah projek yang berawal dari keinginan salah satu personel mereka [Sonata] yang ingin merubah sebuah karya tulis berupa puisi menjadi sebuah lagu.

“sebenarnya ini juga merupakan ujung dari ketidak aktifan empat sekawan dalam berkarya di seni music, lalu diputuskanlah untuk kembali berkarya dalam gendre “Alternative Ethnic Folk”. Ungkap EDST dalam siaran releasenya.

14079874_1255014624522318_8356217519319045499_n

Band yang diperkuat oleh Yogi [Percussion-Vocal]), Sonata [Minor Pecussion-Vocal], Aris Jack [Guitar-Vocal], & amp; Konot [Guitar-Vocal]. Dan para personel dari EDST ini juga ternyata dari dulu memang sempat ada dalam satu project music lainnya.

Band yang terbentuk pada 19 Maret 2016 ini, secara resmi juga sudah menelurkan sebuah mini album yang mereka kasi judul “Penganut Sederhana” pada 26 April 2016 tepat pada pukul 1 dini hari. Dalam mini album ini EDST mengambil system live Recording.

Menurut Aris Jack sang Guitar – Vocal saat di tanya melalui media Balckberry messenger mengatakan pemilihan nama Empat Detik Sebelum Tidur dimana kata EMPAT merupakan jumlah dari personel, DETIK merupakan unsur terkecil dari  dalam hitungan waktu, sedangkan kata SEBELUM TIDUR sendiri merupakan bermakna empat seniman musik yang memaknai detik-detik sisa waktunya untuk kembali bangkit untuk berkarya sebelum kemalasan menghampiri mereka dan tertidur selamanya tanpa mengejar mimpi dengan tindakan atau karya yang nyata.

14355034_1267668399923607_8578992062013913328_n

“EMPAT” adalah angka jumlah personil EDST, “DETIK” adalah unsur terkecil hitungan waktu, “SEBELUM TIDUR” adalah tentang moment ketika mereka berempat hampir tidak bertemu dan berkarya bersama lagi. “EMPAT DETIK SEBELUM TIDUR kurang lebih bermakna empat seniman musik yang memaknai detik-detik sisa waktunya untuk kembali bangkit untuk berkarya sebelum kemalasan menghampiri mereka dan tertidur selamanya tanpa mengejar mimpi dengan tindakan atau karya yang nyata,” jelasnya. Selain itu, dengan kalimat Empat Detik Sebelum Tidur cukup melambangkan imajinasi tentang alangkah nikmatnya perasaan seseorang menikmatii suara -suara alam saat fase menuju alam bawah sadar (tidur).

EDST ini bisa dikatakan band yang cukup sederhana, mulai liriknya yang cukup easy listening, membuat siapa saja yang mendengarkannya akan terhanyut dan terhipnotis dengan suasana lagu dari EDST.

13139038_1179390478751400_5916140295468515619_n

EDST juga menjelaskan dalam proses penggarapan mini albumnya, Bahkan beberapa lagu hanya melakukan sekali take, tanpa menyembunyikan kesalahan/ kekurangan karena menurut para personil empat detik sebelum tidur kelemahan adalah juga sebagai partikel pembentuk harmonisasi yang indah dan apa adanya. “intinya kita mengutamakan kenaturalan dalam bermusic”. Tutup Jack

Lagu yang terdapat dalam mini labum EDST ini juga kalian bisa simak di akun mediasosial mereka seperti Facebook, Souncloud atau Youtube. Nah kita kasi satu link music video dari EDST ya, simak disini. [GAN]

Foto by EDST

About Balisoulmate