Home / Music / EmpatDetik SebelumTidur, Musik Sederhana namun Tajam.

EmpatDetik SebelumTidur, Musik Sederhana namun Tajam.

Mereka terbentuk dari sebuah keisengan dari salah satu personel mereka yang ingin merubah yang ingin merubah sebuah karya tulis berupa puisi menjadi sebuah lagu. Band yang bermarkas di Singaraja tersebut juga sudah menelurkan sebuah Extended play (EP) pada April 2016 lalu. Kini nama mereka semakin melejit dan karya mereka juga tak jarang digunakan oleh seniman lain untuk mendukung karya mereka, lalu bagaimana kiat dan aktivitas mereka ditahun 2017 ini? Apa sih kegiatan mereka pasca peluncuran EP Albumnya? Yuk kita cari tau disini…

Hallow bagaimana kabar? Silahkan perkenalkan diri dulu ya..

Hai kami dari EmpatDetik SebelumTidur atau orang sering menyebut dengan EDST, personel kami terdiri dari Yogi [Percussion-Vocal]), Sonata [Minor Pecussion-Vocal], Aris Jack [Guitar-Vocal] & Konot [Guitar-Vocal], so big thank untuk Soulmate Magz udah jauh-jauh datang dari Denpasar mengunjungi kota Singaraja tempat kelahiran kami tercinta…..

Jadi siapa yang akan bercerita tentang kalian?

Semua saja dah heee…. Jadi EDST itu lahir karena pada awalnya merupakan sebuah projek yang berawal dari keinginan salah satu personel kita [Sonata] yang ingin merubah sebuah karya tulis pribadinya berupa puisi menjadi sebuah lagu. Nah berlanjut dari sanalah kita mencoba wujudkan keingingannya, kita terbentuk pada 19 Maret 2016 dari awal keisengan merubah sebuah puisi menjadi lagu terbentulah mini album yang kami berijudul Penganut Sederhana yang kami lounching pada April 2016.

Wow keren juga ya, lalu bagaimana respon pendengar dengan kehadirian kalian?

Kita memang tidak menargetkan ini itu, karena sejak awal memang hanya “sekedar” dalam bermusik. Namun ketika kita lounching respon yang kita lihat cukup positive, bahkan dari luar Bali ada yang meminta ijin untuk menggunakan music kita sebagai bahan kuliahnya dan masih banyak lagi cerita menarik lainnya, jadi ini diluar ekspektasi EDST. Terus jika kita boleh cerita semua lagu yang terdapat dalam mini album ESDT dibuat secara live record dengan menggunakan alat yang sangat sederhana, dan studio recordnya pun kita yang buat sendiri boleh liat di mediasosial kita, karena kita upload kok disana proses take EDST, bahkan salah satu lagu yang ada di mini album tersebut saat proses takenya ada yang tidak menggunakan metronome sama sekali, ya kalian boleh percaya boleh tidak heee….

Okey kita percaya deh ya, lalu kenapa nama kalian EpatDetik SebelumTidur? Apa maknanya?

Maknanya sih sederhana saja, seperti EMPAT merupakan jumlah dari personel, DETIK merupakan unsur terkecil dari hitungan waktu, sedangkan kata SEBELUM TIDUR sendiri bermakna empat seniman musik yang memaknai detik-detik sisa waktunya untuk bangkit kembali dalam berkarya sebelum kemalasan menghampiri mereka dan tertidur selamanya tanpa mengejar mimpi dengan tindakan atau karya yang nyata. Dengan kalimat Empat Detik Sebelum Tidur cukup melambangkan imajinasi tentang alangkah nikmatnya perasaan seseorang menikmatii suara -suara alam saat fase menuju alam bawah sadar (tidur).

Lalu setahun setelah peluncuran mini album Penganut Sederhana, apa nih aktivitas saat sekarang ini?

Kesibukan saat ini masih didominasi manggung, tapi setelah kita memperkenalkan video clip “Nona Manis”, kita saat ini sedang mempersiapkan diri untuk menggarap kembali video clip lagu kita yang berjudul “Wilderness”. Lagu itu juga kita dedikasi untuk suku pedalaman Kalimantan, mungkin untuk teman-teman yang memiliki video yang berkaitan dengan suku pedalaman Kalimantan boleh deh info kekita, karena kita sedang mencari screen video orang pedalaman kalimantan, dimana video itu akan diisi dalam lagu “Wilderness”.

Apa nama mediasosial kalian?

Silahkan chek di Empat Detik Sebelum Tidur

Keren sekali ya mate. Sekedar tambahan informasi kalau EDST ini cukup handal dalam membuat lirik dan music, ya bisa dikatakan musiknya sederhana namun liriknya cukup tajam. Gak percaya? Silahkan cek di mediasosial Empat Detik Sebelum Tidur. [GAN]

 

About Balisoulmate