Home / Hoby / Komunitas Backpacker Indonesia Regional Bali: Travelling Murah Why Not?

Komunitas Backpacker Indonesia Regional Bali: Travelling Murah Why Not?

Bepergian dengan tujuan berlibur mungkin sudah biasa terdengar, terlebih menggunakan jasa Biro Perjalanan Wisata (BPW) yang mengharuskan konsumen merogoh kocek yang lebih dalam untuk mendapatkan liburan yang berkualitas. Namun, agaknya segelintir masyarakat di Bali menganggap berlibur dengan kemewahan bukan tujuan utama. Ya, pernyataan tersebut rupanya tepat mewakili Komunitas Backpacker Indonesia Regional Bali. Seperti apa? Yuk kita intip Soulmatter!!!

Atas dasar kesamaan hobi, para backpacker yang awalnya tak mengenal satu sama lain ini, akhirnya memberanikan diri untuk berikrar membentuk satu komunitas. Backpacker Indonesia Regional Bali, resmi berdiri pada tanggal 9 Februari, tahun ini. Begitulah yang dikatakan Heru, salah seorang anggota komunitas.

“Awalnya kami travelling sendiri-sendiri. Setelah membuat grup di social media, ternyata banyak juga penghobi backpacking di Bali,” ujarnya. Melihat antusiasme para backpacker Bali tersebut, komunitas ini terbentuk.

Seperti kepuasan tersendiri, kata dia, ketika dirinya bersama kawan-kawannya melakukan trip bersama-sama. “Ya, benar sekali, travelling nggak harus mewah. Yang penting kita menikmati perjalanan kami,” sambung, Putu Bagus selaku Humas dari komunitas Backpacker Indonesia Regional Bali.

Mengenai kegiatan, dirinya mengakui, karena baru terbentuk, komunitas ini belum banyak melakukan backpacking bersama. “Kemarin kita ngetrip bareng di Amed Karangasem, terus waktu Nyepi kita juga bareng-bareng ke Sumbawa dan Gili Trawangan,” ungkap Mahasiswa Sastra Inggris yang juga berprofesi sebagai Tour Guide ini.

Batur

Untuk mempersiapkan perjalanan backpacking, lanjutnya, diperlukan waktu yang cukup lama. Apa sebab? Komunitasnya selalu menghimpun informasi selengkap-lengkapnya mengenai karakteristik tujuan trip yang akan dikunjungi. “Selain itu, kita juga harus koordinasi jauh-jauh hari, karena kebanyakan anggota pekerja. Jadi, harus sesuaikan waktu libur atau cuti bersama,” ucap Bagus.

Satu hal yang perlu digaris bawahi, yang terpenting bagi seorang backpacker adalah perjalanan yang semurah murahnya. Maka dari itu, komunitasnya selalu berburu harga termurah dalam melakukan trip. “Kita gencar memburu tiket-tiket promo dari maskapai, jika ingin ngetrip ke luar daerah. Biasanya, jika hari ini memesan, minimal 3 bulan lagi baru bisa ngetrip bareng, jadi kita bisa siap-siap,” papar pria yang mengaku pernah mendapat tiket seharga Rp 10 ribu pulang pergi dari Bali ke Jogja.

Perkataan Bagus itu, diamini oleh Renzie yang juga selaku Humas di komunitas ini. Murah adalah suatu kebanggan, kata dia. “Untuk mendapat perjalanan murah, kita nggak segan-segan begadang di bandara hanya untuk mendapat tiket promo yng semurah-murahnya,” tandasnya.

Bahkan, kata dia, salah satu anggota komunitas ini, pernah mendapat tiket Rp 80 ribu ke Thailand, dan Filipina. “Selain murah, kita juga nggak mau ngetrip ke tempat-tempat mainstream yang biasa dikunjungi. Jika kita menemukan tempat wisata baru yang tak banyak dikenal, malah kita promosikan,” tuturnya.

Mengenai syarat utama untuk menjadi backpacker, imbuhnya, yang penting tidak manja. “Karena, backpacking itu nggak suka kemewahan. Dalam artian, tak harus mendapat hotel kelas atas maupun jalan-jalan menggunakan taxi. Kita ini backpacker perjalanan yang kita nikmati,” tukas Renzie.

Sumbawa 2

Selain kesiapan mental dan fisik, seorang backpacker juga harus mengestimasi budged. Walaupun murah, perjalanan backpacking juga harus berjaga untuk kemungkinan yang tak terduga. “Yang penting sesuai saja, nggak harus berlebihan. Terlebih kalau mengunjungi daerah yang tak berpenghuni seperti pulau terpencil, otomatis kita harus bawa logistik sendiri,” paparnya.

Menariknya, hubungan emosional antar backpacker seluruh dunia terjalin karena kesamaan hobi ini. Heru kembali mengatakan, bahwa, banyak juga backpacker yang menghubungi komunitasnya untuk mempersiapkan trip ke Bali. “Kita juga bersedia menerima mereka. Bakan jika mereka butuh pemandu, kita siap mengantar dengan suka rela, tanpa tujuan komersil. Yang pasti, tak hanya jalan-jalan, backpacker juga menambah pertamanan dan persaudaraan,” pungkasnya. Abr/wids

 

About Balisoulmate

One comment

  1. gimana cara gabung di konunitas backpacker?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*