Home / News / Pembukaan BEE 2017, dibuka pada hari kelahiran Panca Sila

Pembukaan BEE 2017, dibuka pada hari kelahiran Panca Sila

Buleleng Education Expo ke-2 dibuka secara resmi oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,S.T pada 1 Juni 2017 yang bertempat di Gedung Kesenian Gde Manik (1/6). Ribuan siswa – siswi se Kabupaten Buleleng berkumpul memadati  Gedung Kesenian yang berada di tengah kota Pendidikan tersebut, Buleleng Educatian Expo (BEE) yang digelar untuk kali ke dua tersebut diselenggarakan selama lima hari terhitung sejak  1 Juni sampai dengan tanggal 5 juni 2017.

Pembukaan yang ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 3 kali tersebut, dilanjutkan dengan suara tabuhan Baleganjur dari Sembilan Kecamatan.

Buleleng Education Expo yang diprakarsai oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng ini bertujuan untuk memberikan wadah dalam memamerkan keunggulan/kelebihan yang dimiliki oleh masing-masing lembaga dan sebagai ajang kompetisi baik  akademik mupun non akademik.

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,S.T sangat mengapresiasi Disdikpora yang kembali bisa melaksanakan Buleleng Education Expo 2017. Dalam sambutannya ia mengatakan dengan diselenggarakannya BEE ke II diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik dan maksimal. Pria asli Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar ini juga menegaskan kepada Unit Pelaksana Pendidikan (UPP) di masing-masing Kecamatan agar memperhatikan stand yang dibuat agar semaksimal mungkin.

“Saya berharap harap Buleleng Education Expo ini bisa terus berkembang dan menjadikan hal-hal yang edukatif dan kreatif kedepannya dan saya hanya menyampaikan saja kepada semua UPP khususnya Tejakula dan Gerokgak agar lebih maksimal lagi standnya”. Papar Bupati yang akrab di sapa PAS tersebut.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Gede Suyasa,M.Pd mengatakan Buleleng sebagai Kabupaten terluas dan jumlah sekolah terbanyak di Provinsi Bali dan memiliki banyak potensi khususnya dibidang pendidikan.

“Hl ini bisa kta lihat dari berbagai prestasi yang telah di peroleh baik akademik maupun non akademik dan perkembangan jumlah lembaga pendidikan mulai dari tingkat paud sampai dengan perguruan tingg baik negeri maupun swasta”. Terang Gede Suyasa saat membaca laporan Ketua Panitia.

Ditambahkan Suyasa seiring perkembangan jumlah lembaga pendidikan mulai dari tingkat paud sampai dengan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, namun ada juga masyarakat di Buleleng belum memiliki informasi pendidikan yang memadai. Dengan dilaksanakannya BEE ke II ini bisa menjadi  akses informasi pendidikan yangmanamestinya dapat disampaikan kepada masyarakat.

“Tujuan awal keberadaan lembaga pendidikan dengan segala catatan potensinya bisa di ketahui oleh masyarakat sehingga fokus perhatian pemerintah saat ini adalah mempercepat pendidikan yang merata dan berkualitas dapat kita penuhi”. Pungkasnya.[PRAM/GAN]

About Balisoulmate