Home / News / Street photograpgy ala Shoot bali

Street photograpgy ala Shoot bali

Esensi fotografi jalanan (street photograpgy) adalah tentang mendokumentasikan kehidupan sehari-hari dan masyarakat jalanan. Kita dapat menemukan oportunitas dalam prkatek fotografi jalanan di manapun juga dan kita tidak perlu melakukan perjalanan jauh untuk menangkap gambar yang luar biasa.

Street photography adalah sebuah genre fotografi yang biasanya dilakukan secara candid atau tanpa izin dan tanpa sepengatahuan objek kita. Namun, fotografi jalanan tidak mengesampingkan soal adegan yang sengaja atau direncanakan bersama subjek. Jika kita menemukan tempat dengan interaksi karakter yang sesuai visai kita, kemungkinan kita terlihat sebagai seorang asing, maka cobalah minta izin mengambil gambar subjek disekitar itu. Ini cara yang bagus untuk mendapatkan gambar portrait yang lebih intim dari seseorang di lingkungannya. Namun yang paling penting dalam street photography adalah bersenang-senang menikmati perjalanan dengan kamera kita. Ingat tujuan kita adalah untuk menangkap emosi, hubungan kemanusiaan, dan menggambarkan karakter seseorang.

anggara giri3

Berikut Tip street photography :

Memilih lensa yang tepat

Gunakan lensa tele agar bisa memotret dari jauh dan tidak terlihat oleh objek

Pengaturan kamera

Cara tercepat dan termudah mengatur kamera kita adalah beralih ke mode Aperature Priority (A/Av) atau Shutter Priority (S/Tv)

Berikut ini adalah beberapa tips yang mungkin bisa diterapkan saat melakukan aktivitas street photography.

– Sederhana, berpakaianlah sepatutnya jangan mencolok, berusahalah untuk tetap invisible. Invisible disini berarti tetaplah membumi dan menyatu dengan lingkungan tempatmu memotret. Senyum tulus dan sedikit anggukan sesaat setelah memotret sebuah frame candid akan cepat mencairkan suasana.

 

– Gunakan kamera yang simpel dan membuatmu nyaman. Kamera apapun mulai pocket hingga DSLR dapat dipergunakan. Namun semakin kecil dan simpel kameramu relatif semakin mudah kamu meng-candid scene di ruang publik.

 

– Minimalkan gear. Di ruang publik, janganlah ‘menjadi’ seorang fotografer yang mudah dikenali dari peralatannya berupa kamera sebesar tank, lensa sebesar pipa talang air, tas punggung sebesar lemari, sampai kaki tiga yang tidak perlu (karena tidak panas dalam).

FRAME PILIHAN EDITOR LANDSCAPE

– Lensa apapun dapat dipakai dalam range 21-50 mm (full frame). Tele lens dalam street photography cenderung menjadikanmu seorang pengamat scene dari kejauhan.

 

– Memotret dalam sebuah keramaian, seperti dalam sebuh event jauh lebih mudah dilakukan, karena saat itulah para pengunjung acuh pada kamera atau bahkan malah berharap dipotret. Untuk yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya event seperti Little Japan yang biasa diadakan di Blok M Jakarta bagus untuk “latihan”, juga event Car Free Day di Bundaran HI, dan lainnya.

 

– Saat berkeliling dan melakukan street photography, coba gantungkan di leher atau pegang kameramu setiap saat, sehingga orang di sekitarmu secara psikologis mengetahui kalau kamu akan memotret. Jangan sembunyikan kameramu dalam tas, karena kamera terbaik dalam street photography adalah kamera yang selalu siap memotret sebuah scene.

gede suartawan

– Amati scene yang ada di sekitarmu, lihat potensinya, antisipasi adalah hal terpenting untuk menentukan kapan saat yang paling tepat untuk menekan shutter.

 

Terkadang timbul rasa was-was saat melakukan street photography. Perasaan seperti ini adalah hal wajar, karena kita memotret orang yang tidak kita kenal. Street photography adalah lebih dari sekedar kegiatan memotret di ruang publik. Street Photography menuntut perilaku ‘membumi’ sang pemotret, street photographymenuntut sang pemotret untuk bisa hadir dalam keriuhan suasana tapa merusak suasana.

 

Jika memang terjadi seorang subjek marah karena merasa keberatan fotonya diambil, berbesar hatilah. Jika kalian memakai kamera digital, tunjukkan foto yang kamu potret, terangkan dengan singkat mengapa kamu potret frame tersebut, lalukan delete (jika perlu) dan minta maaflah dengan tulus dan tersenyum. Yakinlah Tuhan akan memberimu frame street yang lebih baik sebagai gantinya.

 

Sejauh pengalaman saya, belum pernah subjek marah karena saya potret. Dengan banyak berlatih memotret di ruang publik maka instingmu akan terasah menilai mana yang rawan mana yang aman.

Penulis : Shoot Bali | Editor : Gan

 

 

 

 

 

 

 

 

About Balisoulmate