Home / Kesehatan / Waspada….!! Pria Akan Punah!!
Waspada….!! Pria Akan Punah!!

Waspada….!! Pria Akan Punah!!

Dibandingkan umur bumi yang sudah mencapai 4,54 miliar tahun, keberadaan manusia mungkin benar-benar seolah hanya mampir minum. Betapa tidak? Manusia modern yang baru menghuni bumi sekitar 200 ribu tahun lalu sudah diperkirakan akan berevolusi 5 juta tahun lagi.

Proses evolusi ini tak lepas dari perubahan komposisi gen dalam kromosom manusia, bagian penting yang memuat informasi kehidupan suatu spesies. Menurut seorang ilmuwan besar asal Australia, prof Jenny Graves, perubahan kromosom ini akan membuat manusia laki-laki punah. Perbedaan susunan DNA laki-laki dan perempuan terletak pada pasangan kromosom seksnya. Laki-laki memiliki pasangan kromosom XY, sementara perempuan memiliki pasangan XX. Karena kromosom X pada perempuan ada 2, maka dapat saling membantu memperbaiki jika ada kerusakan. Lain halnya dengan laki-laki yang hanya memiliki 1 kromosom X.

Prof Graves yang merupakan guru besar dari Departemen Genetika, Universitas LaTrobe, Australia ini menerangkan, kromosom Y yang merupakan penentu jenis kelamin laki-laki ini merupakan kromosom X yang terdegradasi. Jika dibandingkan ukurannya, kromosom Y memiliki ukuran yang lebih pendek dibanding kromosom X.

“Sekitar 166 juta tahun yang lalu, kromosom Y punya 1.669 gen dan kini hanya tinggal 45 gen. Jika dihitung, kromosom Y akan hilang sekitar 4,6 juta tahun ke depan,” kata prof Graves . Bersamaan dengan hilangnya kromosom Y tersebut, prof Graves menerangkan bahwa keberadaan manusia berjenis kelamin laki-laki otomatis juga akan punah. Fungsi penentuan jenis kelamin pada kromosom Y ini tak lepas dari adanya kode genetik khusus yang disebut SRY (Sex-determining region Y).

Kromosom Y berperan penting dalam pembentukan testis beserta hormon khas laki-laki. Karena adanya proses mutasi terus menerus, juga pembelahan sel secara berulang dalam pembentukan sperma di dalam testis yang memuat informasi genetik, kromosom Y lebih rentan rusak. ”Berbeda dengan ovarium yang terletak di bagian dalam tubuh wanita, mereka lebih terlindungi. Sedangkan sperma diproduksi testis yang terletak di bagian tubuh yang lebih luar. Mereka lebih rentan terkena kerusakan akibat panas dan pengaruh lingkungan,” terang prof Graves.

Celakanya lagi, kerusakan kromosom Y yang terjadi pada suatu generasi tak dapat diperbaiki. Jadi pada tiap generasi, penyusutan kromosommya akan semakin parah. Nah, jika salah satu masalahnya ada pada kerapuhan kromosom Y yang dibuat oleh testis, lantas apa yang bisa dilakukan untuk mencegah kerusakan terus berlanjut? ”Tak ada yang bisa dilakukan. Ini adalah proses yang terjadi secara alami. Semua spesies pernah mengalaminya. Mungkin akan ada jenis spesies hominid baru,” tegasnya.

 

<sumber:detik.com>

About Devra Indra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Facebook

Scroll To Top