Home / News / West Crew komitment untuk ciptakan desa wisata dipintu gerbang Bali Barat

West Crew komitment untuk ciptakan desa wisata dipintu gerbang Bali Barat

Bukan sekedar berkumpul untuk menghabiskan waktu tanpa melakukan sesuatu yang positif, setidaknya komunitas ini cukup untuk dijadikan percontohan bagi sebagain komunitas lainnya yang ada di Bali, komunitas yang terdiri dari pemuda asli Gilimanuk – Jembrana ini memiliki visi yang cukup jelas khususnya bagi pintu gerbang di Bali bagian barat. Hemmm lalu apa sih kegiatannya, dan bagaimana mereka bisa terbentuk? Yuk kita caritau….

Jadi bagaimana awal terbentuknya komunitas ini?

Perkenalkan dulu kita dari West Crew Gilimanuk, dimana anggota dari komunitas kita sebagain besar dari anak muda asli Gilimanuk, kec. Melaya, kab. Jembrana. Kita terbentuk pada tahun 2015, beda dengan komunitas lainnya yang berkumpul atau bergabung dikarenakan memiliki hobby atau kesukaan yang sama, tetapi west crew terdiri dari beberapa anak muda yang mempunyai hobby berbeda. Tentunya banyak pertanyaan mengapa bisa terbentuk padahal didasari dari ketidaksamaan kesukaan masing-masing disetiap anggota.

Salah satu hal pokok yang menjadi dasar kami terbentuk dikarenakan kecintaan kami dengan desa Gilimanuk, dimana kami anggap bukan hanya sebuah kampung halaman, akan tetapi banyak hal yang menjadikan kami merasakan bahwa desa kami ini mampu mengajarkan dari setiap anggota kami memiliki nilai sosial yang tinggi, semacam nilai toleransi. Selain hal itu, kelurahan Gilimanuk juga mempunyai potensi alam yang bagus, yang membuat kami tidak perlu jauh-jauh berwisata cukup menikmati keindahan ditanah kelahiran. Ada harapan beberapa tahun kedepan gilimanuk bukan hanya menjadi pintu gerbangnya Bali Barat, akan tetapi juga mampu menjadi desa wisata.

Lalu apa yang mendasari terbentuknya komunitas ini?

Singkat alasan kami membentuk sebuah komunitas ini, dilain hal tentunya kami memiliki beberapa visi dan misi yang kami jadikan acuan dan semangat kami dalam melakukan aksi atau kegiatan dari membentuk sebuah organisasi dalam komunitas.  Diantara visi dan misi tersebut salah satunya, komunitas sebagai wadah kami untuk bersilaturahmi, menjaga hubungan persahabatan. Dengan hubungan yang baik, kami yakin setiap anggota mampu melakukan pergerakan ataupun mengedukasi masyarakat untuk ikut serta melakukan hal-hal yang positif, terlebih yang bersifat sosial lingkungan atau kemanusiaan.

Apa saja kegiatan kalian selama ini?

Dari beberapa kegiatan rutinan dan program yang kami lakukan, kami rasakan itu yang benar-benar dibutuhkan. Antara lain kami melaksanakan kegiatan tahunan dibidang seni musik yaitu event festival menampilkan talent-talent lokal, dimana wadah berkreatifitas dibidang seni musik masih jarang diadakan. Kegiatan rutin membersihkan pesisir teluk selat bali (Beach clean up). Kegiatan kemanusiaan membantu beberapa warga yang kurang mampu juga kami laksanakan. Edukasi tak hanya kami sebarkan ke masyarakat, kami mencoba menjadi penghubung  pemerintah dengan masyarakat dengan seringkali memberikan kritik dan saran disetiap permasalahan yang kami temui saat melakukan aksi atau kegiatan.

Pesan apa yang kalian sampaikan dengan membentuk komunitas ini?

Ada beberapa pesan yang ingin kami ingin sampaikan, kami berharap dalam setiap kegiatan mewujudkan hasil yang nyata. Seperti kegiatan tahun 2016 lalu kami menyuarakan kebersihan untuk area gedung olahraga gilimanuk, dimana gedung tersebut adalah tempat yang sering dimanfaatkan masyarakat melakukan aktifitas berolahraga maupun tempat acara. Lingkungan gedung tampak tak terurus, dengan tumbuhnya pepohonan dan rumput liar mengelilingi area gedung, dengan kemampuan dan biaya swadaya kami bergerak membersihkan area gedung, selang beberapa bulan pemerintah daerah merubah area gedung menjadi taman desa.

Agenda kedepannya apa ini dari komunitas kalian?

Untuk kegiatan beberapa waktu kedepan yang rutinan kami lakukan adalah beach clean up, bertempat di pesisir teluk selat bali yang lebih dikenal dengan nama teluk water bee. Destinasi wisata teluk ini bergandengan dengan taman patung siwa gilimanuk. Saat ini terjadi permasalahan sampah yang tidak bisa dihindari. Dengan melihat keadaan seperti itu kami saat ini menyuarakan aksi peduli teluk water bee bebas dari sampah, khususnya plastik. Kami melakukan aksi, diiringi dengan edukasi dan menyampaikan pesan untuk pemerintah dan dinas yang mengelola tempat wisata agar diterbitkannya perda tentang kawasan bebas sampah.

Ok. Penjelasannya sudah cukup lalu berhubungan dengan tema kita bulan ini, seberapa pentingkah mediasosial bagi kalian?

Diera milenial seperti saat ini, kita tidak bisa terlepas lagi dengan yang namanya Internet, kita harus bijak menggunakannya, bagi kita mediasosial itu adalah tempat utnuk mengedukasi orang untuk melakukan hal – hal yang positif, intinya kita harus bijaklah dalam menggunakan mediasosial itu sendiri.

Apa nama mediasosial kalian?

Kalian bisa menemukan kita di Instagram dan Facebook dengan nama westcrewofficial.[GAN]

About Balisoulmate